Modul 4Dokumentasi Jaringan
Membuat dokumentasi jaringan yang baik dan lengkap, meliputi diagram jaringan menggunakan Packet Tracer/Visio serta IP addressing table.
Capaian Pembelajaran
Membuat dokumentasi jaringan yang lengkap berupa diagram jaringan dan IP addressing table sebagai dasar perawatan, troubleshooting, dan pengembangan jaringan di masa depan.
Tujuan Pembelajaran
- Membedakan diagram jaringan fisik dan logis beserta simbol komponennya.
- Membuat diagram jaringan menggunakan Packet Tracer atau Visio.
- Menyusun IP addressing table yang akurat dan siap digunakan untuk konfigurasi.
- Menerapkan tips dokumentasi agar tabel selalu mutakhir dan mudah dikelola.
4.1 Diagram Jaringan (Packet Tracer / Visio)
Diagram jaringan adalah representasi visual dari topologi dan komponen jaringan. Diagram yang baik memudahkan perawatan, troubleshooting, dan perluasan jaringan.
Jenis Diagram
- Diagram Fisik: menunjukkan letak perangkat secara fisik (rak, ruangan, jalur kabel).
- Diagram Logis: menunjukkan alamat IP, subnet, dan koneksi logis antar perangkat tanpa detail fisik.
Komponen dalam Diagram
| Simbol | Komponen | Kegunaan |
| 🖥 | PC / Workstation | Perangkat pengguna akhir |
| 🌐 | Router | Menghubungkan antar jaringan |
| 🔟 | Switch | Menghubungkan perangkat dalam satu LAN |
| 📡 | Access Point | Jaringan nirkabel (Wi-Fi) |
| 🖨 | Printer | Perangkat output bersama |
| ☁ | Internet | Jaringan eksternal / WAN |
Panduan Menggambar Diagram
- Gunakan simbol standar (Cisco) yang sudah tersedia di Packet Tracer dan Visio.
- Beri label setiap perangkat dengan nama dan alamat IP.
- Gunakan garis/jalur yang jelas antara perangkat.
- Kelompokkan perangkat berdasarkan lokasi/segmen jaringan.
- Sertakan legenda keterangan di sudut diagram.
Packet Tracer digunakan untuk simulasi dan pengetesan konfigurasi, sedangkan Visio umum digunakan untuk membuat diagram yang profesional dan siap cetak.
4.2 IP Addressing Table
IP Addressing Table adalah tabel yang memetakan setiap perangkat jaringan ke alamat IP, subnet mask, gateway, dan informasi lainnya. Tabel ini menjadi dasar konfigurasi dan dokumentasi.
Kolom Standar
| Device | Interface | IP Address | Subnet Mask | Default Gateway | Keterangan |
| PC-1 | NIC | 192.168.10.2 | 255.255.255.0 | 192.168.10.1 | User |
| PC-2 | NIC | 192.168.10.3 | 255.255.255.0 | 192.168.10.1 | User |
| Router | GigabitEthernet0/0 | 192.168.10.1 | 255.255.255.0 | - | Gateway LAN |
| Switch | VLAN 1 | 192.168.10.100 | 255.255.255.0 | 192.168.10.1 | Manajemen |
| Server | NIC | 192.168.10.10 | 255.255.255.0 | 192.168.10.1 | Server File |
| Printer | NIC | 192.168.10.20 | 255.255.255.0 | 192.168.10.1 | Printer |
Tips Membuat IP Addressing Table
- Pisahkan rencana alokasi IP per segmen/subnet.
- Tetapkan alamat gateway (biasanya IP pertama atau terakhir pada rentang host).
- Simpan alamat IP server dan perangkat jaringan (sebaiknya statis) secara terpisah.
- Update tabel setiap kali ada perubahan jaringan.
- Gunakan format spreadsheet atau tabel agar mudah dikelola.
Alamat IP pertama pada rentang host biasanya dipakai sebagai gateway (contoh: .1), sedangkan alamat terakhir dapat dicadangkan untuk broadcast atau keperluan khusus.